Komentar dari keluarga dan teman adalah obat yang paling mujarab bagi saya. Ucapan kaget (entah jujur/tidak) adalah makanan untuk jiwa saya, untuk niat saya, dan untuk kerja keras saya selama ini.

Saya semakin pandai menyaring komentar, beberapa waktu belakangan ini. Komentar positif saya biarkan masuk lewat telinga, mengalir lancar lewat darah, seperti candu. Komentar negatif memang masih saya dengarkan, tetapi tak sempat lagi masuk ke hati apalagi otak saya.

Ini badan saya, dan saya berhak merasa nyaman atasnya.

Sekarang sudah hari ke 194, sudah lebih setengah tahun saya berdiet, tetapi badan tidak mau turun beratnya sama sekali. Tetap tujuh puluh lima kilo. Saya harus bagaimana? Ya tidak bisa tidak, saya harus olahraga. :D

Baiknya adalah, niat saya kali ini bukan cuma dongeng. Saya pergi ke kolam renang terdekat, yang kebetulan di kolamnya ada swimming clubnya, dan kebetulan juga biayanya masih terbayar oleh saya.

Saya mendaftar, benar, ini kenyataan. 

Saya mendaftar Pyramid Swimming Club di Kolam Renang Perumahan Bumi Serpong Residence, untuk kursus renang dua kali seminggu saya mesti membayar Rp 180ribu. Peserta baru seperti saya juga diwajibkan membayar biaya pendaftaran Rp 50ribu. Semoga, setelah membayar dengan jumlah sedemikian itu, saya akan merasa rugi apabila tidak datang.

Jogging tidak berhasil untuk saya, padahal jogging sangatlah murah, dan efisien waktu.  Masalahnya dengan olahraga gratisan adalah, tidak ada yang saya korbankan, tidak ada yang sia-sia kecuali umur dan kesehatan saya. :p (Hal yang saya tau, kamu tau, dan banyak orang tau, tetapi kita semua pura-pura tidak tau).

Jadi, mari olahraga.

Salam sayang :D

 

Mau diet atau tidak diet, itu urusan masing-masing. Bukan urusan tetangga apalagi sanak saudara. Ini hubungan langsung, percakapan langsung antara anda dan badan anda. Tanpa sekat.

Apapun yang anda katakan pada orang lain terkait pola hidup anda, cuma anda yang tau kebenarannya. Saya diet, lalu di rumah melahap mie instan + telor + kornet + keju. Siapa yang tau?

Saya diet, sebenar-benarnya diet, karena saya sayang keluarga saya. Tidak terbayang kalau orangtua saya yang sudah sepuh musti merawat anaknya yang sakit-sakitan, atau suami saya yang sudah lelah bekerja harus menunggui istrinya (lagi) di rumah sakit, dan anak saya masih bayi!

Saya rajin numpang tidur di rumah sakit (dulu), yang radang lambung, radang usus, tipes, demam berdarah, hiperemesis, pendarahan, melahirkan, operasi angkat kantung empedu. Saya sampai malas menjumlah. :(

Dulu, saya bisa santai saja, toh masih berdua suami, tidak ada yang harus diurus di rumah. Sekarang, untuk menginap di rumah sakit, saya akan berpikir ratusan kali. Siapa yang akan merawat si bayi?

Jadi, benar, si bayi motivasi saya untuk sehat. Supaya saya selalu sehat, saya harus mengatur pola makan aka diet. Langsing memang tujuan utama saya, tapi sehat itu harus!

Oh iya, dan olahraga. Agak malu saya menulis olahraga. Saya mengaku pemalas, kurang usaha, waktu kan harusnya bisa disiasati ya…

Jadi, kemarin teman bercerita soal kenalannya yang meninggal dunia, sakit jantung, masih muda; meninggalkan istri yang tidak bekerja plus tiga orang anak yang masih kecil-kecil.

Ini dia salah satunya alasan saya malas punya banyak anak. #lostpokus

Bukan, ini dia alasan saya diet. Besarnya badan saya ini bukan cuma mengganggu penampilan, tapi juga mengganggu fungsi organ-organ tubuh untuk bekerja.

Jadi, mau diet atau tidak diet, itu pilihan.

/salam diet

Yay, akhirnya saya berenang. Berenangnya memang tidak begitu lama, tapi berkualitas lah, sepuluh kali bolak-balik kolam. Memang sih, lebar kolamnya cuma delapan meter. hahaha.

Apapun, saya sudah cukup senang, setidaknya hari itu, malasnya kalah, tekadnya menang. Selanjutnya, saya berharap bisa terus berenang, setidaknya satu minggu sekali. Semoga semesta mendukung saya, amin.

Berat badan masih sama, tak ada perubahan sama sekali, padahal makanan sudah saya jaga, tak ada nasi hingga hari ini. Beberapa kali saya makan mie, dan roti, tapi porsinya cuma mini saja.

Kegiatan harian saya memang tidak begitu cantik, online-masak-main sama anak-online lagi-main sama anak lagi. Saya tidak rutin jalan kaki.

Olahraga otak bisa bikin kurus gak sih? *lanjut isi TTS

/salam diet

Manusia, apalagi yang fakir niat, memang punya banyak alasan. Hujan, dingin, becek membuat saya membatalkan rencana lari. Lah, bangunnya saja kesiangan melulu, bagaimana mau lari?  Jalan kaki akhirnya ikut-ikutan libur, sudah begitu, saya malahan memaklumi diri sendiri. Kapan kurusnya, kalau begini? haha..

Hujan dingin begini, diet saya terancam gagal. Lapar terus datang, tak sudah-sudah. Selang 2-3 jam sekali, perut sudah bernyanyi cantik, minta diisi.

Saatnya nyemil, dan saya musti putar otak supaya diet tetap terjaga, perut berhenti bersuara.

Pilihan saya adalah :

Pisang : Pisang ini buah yang gampang dibeli dan gampang dimakan. Mas tukang sayur hampir selalu membawa pisang kala keliling jualan di komplek perumahan. Pisang dikenal sebagai sumber energi dan mampu memulihkan stamina.

Pisang juga sumber potassium yang baik dan vitamin B komplek serta mengandung sejumlah mikro nutrien seperti zat besi, fosfor maupun kalium yang sangat diperlukan dalam metabolisme tubuh. Pisang sangat kaya vitamin B6, yang diperlukan untuk sintesis darah dan reaksi metabolik lainnya. Sebuah pisang ukuran rata-rata menawarkan sekitar 100 kalori dan 6 gram serat.

Pepaya : Ahh, saya sungguh cinta pepaya, buahnya manis, makannya tinggal
“lep”, gak perlu banyak usaha. Kesukaan saya pada pepaya juga diakibatkan kebiasaan, dulu di rumah orangtua saya ada pohon pepaya. :D

Pepaya matang merupakan sumber vitamin A selain beberapa mineral. Setiap 100 gram pepaya rata-rata mengandung 86,6 gram air, 0,5 gram protein, 0,3 gram lemak, 12,1 gram karbohidrat, 0,7 gram serat, 0,5 gram abu, 34 mg kalsium, 11 mg fosfor, 1 mg besi, 3 mg kalium, 450 mg vitamin A, 74 mg vitamin C, 0,03 mg tiamina, 0,5 mg niasina, dan 0,04 mg ribofl avin. Nilai energinya 200 kJ/100 gram serta kandungan gula utamanya adalah sukrosa (48,3 persen), glukosa (29,8 persen), dan fruktosa (21,9 persen).

Ubi Jalar : Ubi jalar itu manisss, enakk, dan yang pasti bikin kenyang. Biasanya saya mengkreasikan ubi jalar jadi cake, kolak, atau hanya sekedar rebus/goreng.

Dalam 100 gr ubi jalar merah terkandung 2310 mcg (setara dengan satu tablet vitamin A). Serat dua kali lebih besar dari oatmeal dan rendah kalori. Ubi jalar juga sumber utama karbohidrat yang baik untuk penderita diabetes karena kandungan gulanya sederhana. Ubi jalar merah juga sangat kaya akan pro vitamin A atau retinol. Satu buah ubi jalar ukuran sedang, mengandung sekitar 130 kalori dan karbohidrat 32 gram.

Yuk ahh, mari nyemil. :D

sumber informasi dari sini.

penampakan saya, sebelum dan sesudah seratus hari diet.

Wahh, sampai juga saya ke hari seratus diet. Sampai hari ini saya belum menemukan metode diet berikut yang akan saya jalani. Saya sudah berpikir serius untuk menambahkan olahraga lari untuk mendukung usaha diet saya. Sementara ini lari belum terealisasi, tapi saya berusaha sebisa mungkin memaksa kaki berjalan ke luar kompleks.

Biasanya saya membuat rencana, contohnya hari ini ke tukang jahit untuk memotong celana suami yang kepanjangan, kali lain belanja detergen, kali berikutnya print buku tabungan. Alah bisa karena terpaksa. Tanpa rencana, biasanya saya enggan ke luar rumah.

Lalu, saya menyimpan jauh-jauh timbangan. Saya belajar, menimbang badan tiap hari tidak membawa kebaikan apapun untuk saya, jadi sementara ini saya akan pakai ukuran “perasaaan” saja.

Setelah seratus hari berdiet, perut saya sudah mulai mampu memberikan alarm “penuh”, hanya saja terkadang mulut saya belum bisa berhenti mengunyah.

Oh iya, tentang foto keluarga, akhirnya diundur, cuaca kurang baik yaa, saya, suami dan anak tumbang karena virus flu. Lagipula cuaca yang kadang panas kadang hujan kurang mendukung untuk foto outdoor.

/salam diet!

Postingan pertama saya di 2012 ini menandakan kalau saya masih disini, masih hidup, dan masih niat berdiet. Sepanjang 2011 kemarin saya telah menjalani 3 macam metode diet, diantaranya detoks, south beach diet, dan diet tanpa karbohidrat. Ada yang berhasil, ada yang tidak.

2012 ini, saya berniat mencoba metode diet lainnya. Sampai hari ini metode tersebut memang belum terlintas di otak saya, tapi saya pastikan akan ada.

Berikut perjalanan lemak di tubuh saya, dari waktu ke waktu.

Lemakku, dari waktu ke waktu.

Salam diet kawan! Sehat dan bahagia untuk kita semua.

 

Yay, lewat juga 3 bulan diet, ternyata komitmen itu bukan dongeng, sungguh nyata. Sayangnya, saya masih jauh dari tujuan, masih tersisa 9 bulan dan 15kg lemak yang harus dibasmi. :D

Tentang south beach diet? Diet ini nyatanya tidak berhasil untuk saya. Tidak berhasil sama sekali, berat badan saya tidak berkurang walau satu ons. Masih 75kilogram.

Saya berencana mencoba metode diet lainnya sesegera mungkin, tapi sampai sekarang belum dapat ilham, ada saran kah?

Terkadang saya ingin mengambil pisau, menyeset 15kilogram daging di perut dan paha, sebagian pantat, dan betis. Terbaca mengerikan ya, iya sayapun membayangkannya ngeri. haha… Saya kehabisan akal.

Oh iya, tentang foto keluarga, agaknya saya harus menerima bodi semok saya ini di foto apa adanya, lengkap dengan lemak-lemak yang bergantungan.

Saya sedih, sungguh

Tapi, harus bagaimana lagi?

/salam sayang

Link tentang,  apa itu south beach diet ; daftar makanan yg termasuk larangan dalam south beach diet fase I, dan panduan tahapan south beach diet

Apa yang biasanya kalian lakukan, kalau sesuatu tidak berjalan sesuai harapan? Saya sudah bersedih, sudah mengadu, sudah berusaha, tapi nampaknya memang harus menerima kenyataan, dengan pahit dada.

Sudah lewat sepuluh hari, sejak diet south beach ini saya lakukan, dan.. tidak berhasil. Berat badan saya sama sekali tidak turun. Tujuh Puluh Lima Kilogram, tepat di tengah-tengah jarum.

Kemarin, saya memikirkan kembali semuanya, tujuan saya pada awalnya, rencana saya pada awalnya. Memang, saya berniat menurunkan berat badan dalam waktu 365 hari, bukan satu, dua, atau tiga bulan.

Jadi, kalau dihitung, saya masih punya waktu sisa 9 bulan sampai target 60kilogram tercapai. Waktu saya sebenarnya masih panjang, hanya saja saya tidak sabar.

Semua gara-gara foto! Lalu saya berpikir, apa baiknya saya tunda saja rencana fotonya, sampai saya terlihat cantik (setidaknya di cermin sendiri). Tapi, foto ini kan bukan tentang saya, ini tentang keluarga saya, suami saya, anak saya, kenapa pula saya harus memikirkan diri sendiri?

Suami saya pernah berkata, dia sudah melihat transformasi besar-besaran pada tubuh saya, mulai super langsing, berisi, gendut, buncit, mleber-mleber, lalu kembali ke gendut,

dan katanya, bagaimanapun bentuk saya, dimanapun lemak badan menyesaki kulit saya, seberapa banyakpun guratan di tubuh saya, cintanya tetap sama.

Jadi, ini tinggal bagaimana saya melihat diri saya sendiri, bukan? Bagaimana saya menghargai diri saya, menikmati hidup saya apa-adanya?

Tapi, apa mau dikata, saya belum bisa, saya masih punya tujuan. HIDUP DIET!!! :D

/salam sayang

Link tentang,  apa itu south beach diet ; daftar makanan yg termasuk larangan dalam south beach diet fase I, dan panduan tahapan south beach diet

Seminggu pertama lewat, dan hasilnya nun jauh disana, dari yang saya harapkan.   Metode diet ini berhasil untuk A, dan metode diet itu berhasil untuk B. South Beach Diet ini tak berhasil untuk saya.

Tapi, saya belum berminat berhenti. Satu minggu kedepan, saya berharap ada perubahan yang mencolok. Memang ini semacam angan-angan tukang cendol. Biar saja.

Menyakitkan, memang. Target 70kilogram bulan depan kemungkinan besar sulit didapatkan. Apa baiknya saya minta pada kakak tukang foto nanti untuk sotosop? Seperti yang diusulkan oleh Nofi, teman saya.  Baiklah, akan saya pikirkan baik-baik soal sotosop ini.. :D

Selama seminggu ini, saya belum pernah bolos (secara sadar), semua yang saya makan adalah masakan rumahan. Tidak ada sirup, esgrim, cake, dll. I do clean.

Lalu, kenapa metode ini tidak berhasil untuk saya ya? Tubuh saya ini terbuat dari apa, sulit sekali langsingnya. Apa saya harus mengunjungi ahli gizi?

Saya tidak berniat sama sekali, minum obat-obatan pelangsing, baik yang “katanya” herbal, maupun yang dijual bebas dengan nama-nama yang sulit dieja. Apapun kata penjualnya, saya tidak berani ambil resiko.

Apakah kelihatannya saya tidak apa-apa? Hiks, tidak begitu sebenarnya, saya kecewa, sungguh kecewa, hanya saja saya sudah pernah melewati rasa kecewa yang kurang lebih sama, sehingga terbiasa.

Rasanya? Sama asamnya dengan kekecewaan yang pertama, tidak berkurang, walau sedikit.

Kenapa ya, 60 kilogram itu, saat ini, seperti mimpi saja,

/salam sayang

Link tentang,  apa itu south beach diet ; daftar makanan yg termasuk larangan dalam south beach diet fase I, dan panduan tahapan south beach diet

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 715 other followers